TelAviv,LiputanIslam.com-Mantan kepala biro  intelijen dan keamanan nasional Israel (Shabak) pada hari Jumat (29/6) menyatakan, serangan ke Gaza sudah dipastikan, namun waktunya belum ditentukan.

Avi Dichter, yang juga anggota parlemen Israel (Knesset), mengatakan bahwa teror selektif adalah salah satu solusi (untuk meredam perlawanan Palestina).

Harian Maariv melaporkan, Dichter menyebutkan bahwa perang di Gaza hanya menunggu waktu saja. Israel diklaim tidak menghendaki perang, namun Hamas menggiring kawasan ini menuju perang, padahal mereka (Hamas) “tahu kekuatan militer Israel.”

Dichter, sebagaimana dikutip Maariv, berkata bahwa Israel tak akan membiarkan aksi teror dengan bom layang-layang terus berlanjut, walaupun konsekuensinya adalah terjadinya perang baru di Gaza.

Mantan kepala Shabak (Shin Bet) ini menegaskan, Israel akan kembali meneror para petinggi dan komandan kelompok resistansi Palestina, terutama karena target-target utama Israel, termasuk Yahya al-Sinwar (ketua kantor politik Hamas), berada di Gaza.

Saat ditanya tentang masa depan politik Partai Likud, Dichter yang merupakan anggota senior partai ini mengatakan, dia akan segera mempersiapkan diri untuk menjadi perdana menteri Israel. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*