TelAviv,LiputanIslam.com-Masalah serangan ke Jalur Gaza menjadi pemicu perdebatan antara Avigdor Lieberman (menteri perang Israel) dan Naftali Bennett (menteri pendidikan Israel).

Menurut laporan harian Israel, Yedioth Ahronoth, Bennett berpendapat bahwa tunduknya Lieberman di hadapan Hamas akan menyulut perang. Namun di lain pihak, Lieberman menuduh Bennett “berusaha menjadikan serdadu-serdadu Israel sebagai korban untuk kepentingan partai dan politiknya.”

Bennett berkata, jika Lieberman menyerah di hadapan Hamas, maka hubungan antara koalisi pemerintahan Israel akan berubah dan semua harus berperang dengan kelompok perlawanan Palestina itu.

“Lieberman berpikir, perundingan dengan Hamas akan mendatangkan keamanan bagi para pemukim Yahudi di sekitar Jalur Gaza. Namun ini pendapat yang percuma dan sebuah ketakutan yang jauh dari rasa tanggung jawab,”ujar Bennett.

“Suatu waktu dahulu, Lieberman menyatakan akan menghancurkan Hamas dan membunuh (Ismail) Haniyeh. Namun kini dia justru memberi ‘hadiah’ kepada mereka dengan risiko terancamnya keamanan Israel,”lanjutnya.

Bennett menilai, Lieberman telah menyerah di hadapan Hamas, karena dia tak mau memerangi mereka. Dia berkeyakinan, Hamas pada saatnya nanti akan memaksakan sejumlah syarat Lieberman, dan itu akan menyulut perang antara kedua belah pihak. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*