Damaskus,LiputanIslam.com—Sebuah komunitas pengamat HAM di Suriah mengatakan pada Senin (3/7) bahwa 11 warga sipil telah meninggal dunia akibat ledakan yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat di wilayah utara Kota Raqqah, Suriah. Korban tersebut meliputi seorang wanita dan tiga orang anak-anak.

Koalisi pimpinan AS telah melancarkan serangan udara yang katanya menargetkan kelompok teroris ISIS  di Suriah sejak September 2014 tanpa izin dari pemerintah Damaskus atau pun PBB. Aliansi militer tersebut telah berulang kali dianggap menargetkan warga sipil dalam serangan-serangan yang mereka lancarkan. Namun, sekalipun aliansi militer AS mendeklarisakan dirinya untuk memberantas ISIS di Suriah, hingga kini rencana itu tak kunjung berhasil. Gurita teror ISIS, malah semakin menjadi-jadi.

Sebuah komunitas yang berada di Inggris juga mengatakan bahwa serangan udara tersebut bersamaan dengan aksi baku tembak yang terjadi antara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan kelompok teroris takfiri ISIS. Komunitas ini juga mengatakan bahwa bentrokan antara SDF dan teroris ISIS terus berlanjut di beberapa wilayah bagian selatan Raqqah dan di tepi utara Sungai Efrat.

Didukung oleh koalisi pimpinan AS, kelompok militan SDF pertama kali memasuki Raqqah pada tanggal 6 Juni. Para pasukan tersebut terlibat dalam pertempuran sengit dengan ISIS saat mereka merapat ke pusat kota.

ISIS pertama kali berhasil merebut Raqqah pada tahun 2014 lalu. Di tahun yang sama, ISIS memulai kampanye terornya di Suriah. Dari sini, mereka kemudian bergerak untuk memperluas kekuasaan ke wilayah lainnya.

Meski begitu, para teroris telah mengalami pukulan yang cukup telak oleh tentara Suriah dan sekutu-sekutunya dalam beberapa bulan terakhir. (fd/Presstv)

 

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL