Damaskus,LiputanIslam.com-Media-media Rusia mengabarkan, sejumlah pesawat mata-mata AS terlibat di sekitar pangkalan Rusia di Suriah.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari pusat komando tentara Rusia di Suriah, tujuh pesawat angkatan laut AS melakukan operasi spionase di timur Laut Mediterania dan sekitar pesisir barat Suriah.

Pangkalan udara Khmeimim dan pangkalan laut Tartus yang dikendalikan Rusia berada di kawasan tersebut.

Kabar ini tersiar di tengah meningkatnya kekhawatiran perang antara AS dan Rusia.

Trump pada Kamis (12/4) menyatakan akan segera mengambil keputusan terkait serangan ke Suriah. Namun setelah melakukan rapat dengan tim keamanan nasionalnya, Gedung Putih mengumumkan bahwa presiden AS belum mengambil keputusan final.

Usai rapat itu, Trump berbincang dengan Theresa May melalui telepon. Keduanya menyepakati tanggapan internasional atas serangan kimia yang dituduhkan kepada Damaskus.

Kabinet Inggris juga menyatakan kesiapan untuk bergabung dengan AS dan Prancis dalam serangan ke Suriah.

Damaskus menolak tegas tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Wakil Rusia di PBB juga mengatakan, penggunaan senjata kimia adalah cara kotor teroris untuk menarik perhatian dunia.

Bashar Jaafari, wakil Suriah di PBB, menuturkan bahwa kelompok teroris telah mempersiapkan bahan kimia dari Libya sejak dahulu.

“Dan baru-baru ini, biro-biro intelijen Turki, Saudi, AS, dan Prancis memudahkan mereka (teroris) untuk mendapatkan bahan-bahan tersebut,”kata Jaafari.

Dia menegaskan, tertundanya kedatangan tim investigasi dari Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) disebabkan tekanan AS, Inggris, dan Prancis terhadap organisasi tersebut. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*