Moskow,LiputanIslam.com—Rusia, Turki, dan Iran telah membuat kesepakatan pada Jum’at kemarin (22/12) untuk menggelar perundingan damai Suriah di Sochi, Rusia, bulan depan.

Laporan yang datang dari berita-berita Rusia mengutip pernyataan diplomat Kazakhstan, Aidarbek Tumanov, yang mengatakan bahwa pada perundingan yang berlangsung selama dua hari di Astana, berbagai kelompok setuju untuk menggelar Dialog Kongres Nasional di Sochi, pada 29-30 Januari mendatang.

Sebelumnya, upaya untuk menggelar kongres di Sochi sempat terancam gagal karena adanya ketidaksepakatan terhadap para peserta, terutama kelompok Kurdi yang kehadirannya ditentang oleh Turki.

Utusan Rusia dalam perundingan tersebut, Alexander Lavrentev, mengatakan pada kantor berita Interfax bahwa semua pihak belum menyetujui daftar peserta.

Pada kesempatan lain, Lavrentyev mengatakan kepada Turki bahwa Partai Persatuan Demokratik Kurdi atau PYD tidak akan diundang pada acara perundingan damai ini. Tetapi, sejumlah orang yang mewakili kelompok Kurdi akan tetap hadir.

“Kami telah mencoba untuk menghadirkan perwakilan Kurdi tetapi juga tidak akan mengganggu kepentingan rekan Turki kami,” ucapnya. Lavretyev menambahkan bahwa daftar utuh para undangan akan komplit setelah berunding dengan Turki dan Iran.

Tumanov mengatakan bahwa ketiga negara, Turki, Rusia, dan Iran juga telah memutuskan untuk membentuk sebuah kelompok kerja yang akan menangani pertukaran tahanan dan menyetujui perlunya pembersihan ranjau yang tersebar di daratan Suriah.

Kremlin mengatakan bahwa Presiden Putin telah berbicara dengan Presiden Erdogan melalui telfon tentang situasi di Suriah dan perundingan Sochi. Kedua pemimpin negara itu menekankan perlunya kerjasama antara Moskow dan Ankara demi tercapainya stabilitas politik.

Turki adalah pemain utama yang mendukung kelompok oposisi dan pemberontak untuk menggulingkan Presiden Suriah, Bashar Assad dari tampuk kekuasaan. Sementara itu, Rusia dan Iran mendukung Presiden Bashar Assad agar tetap berkuasa.

Ketiga negara ini bersepakat untuk menegakkan perdamaian di Suriah. Hingga kini, konflik Suriah yang telah berlangsung selama tujuh tahun itu telah merenggut nyawa 400.000 orang dan menyebabkan gelombang pengungsi terbesar sejak perang dunia dua.(fd/WP)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL