Damaskus,LiputanIslam.com—Putaran kedelapan perundingan damai untuk mengakhiri konflik Suriah telah dimulai pada Kamis (21/12) di Ibu Kota Kazakhstan, Astana.

Astana menjadi tuan rumah perundingan damai dua hari yang dihadiri oleh Rusia, Turki, dan Iran. Negara-negara ini adalah penjamin yang mensponsori gencatan senjata di Suriah pada bulan Desember 2016. Perundingan damai yang tengah berlangsung di Astana ini berkesinambungan dengan perundingan yang berlangsung di Jenewa.

Utusan Turki diwakili oleh deputi sekretaris Menlu Turki, Sedat Onal. Pihak Rusia diwakili oleh utusan Presiden untuk Suriah, Alexander Lavrentiev, dan utusan Iran diwakili oleh Deputi Luar Negeri Hossein Jaberi Ansari.

Perundingan bilateral antara utusan tiga negara itu dimulai di Hotel Ritz Carlton.

Perwakilan pemerintah Suriah, kelompok oposisi bersenjata, dan utusan PBB, Yordania, serta AS juga turut berpartisipasi dalam perundingan tersebut.

Sementara itu, Menlu Kazakhstan mengumumkan bahwa utusan khusus PBB, Staffan de Mistura, dikabarkan akan hadir dalam pertemuan tersebut pada Jum’at (22/12).

Perundingan itu juga turut membahas persoalan pembebasan tahanan dan sandera, pembersihan ranjau darat, pemeriksaan pelanggaran genjatan senjata di zona de-ekskalasi, serta persiapan Kongres Dialog Nasional Suriah yang kabarnya akan diselenggarakan di Kota Sochi, pesisir Rusia, dalam waktu dekat. (fd/al-alam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL