GAza menyedikhkan

kondisi anak-anak Gaza

Gazacity, LiputanIslam.com — Jutaan orang di seluruh dunia memperingati 7 April sebagai Hari Kesehatan Dunia, namun di saat yang sama, kondisi kesehatan penduduk Palestina yang berada di Jalur Gaza kian memprihatinkan akibat blokade Israel yang telah berlangsung selama kurang lebih delapan tahun.

Juru bicara Depertemen Kesehatan Ashraf al-Qidra mengatakan bahwa ada ratusan pasien di Jalur Gaza yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di luar negeri. Ketersediaan obat-obatan sangat terbatas, sementara angka kebutuhan untuk pelayanan kesehatan kian meningkat, sebagaimana laporan yang dilansir Maan News Agency, 7 April 2015.

Jalur Gaza diblokade oleh Israel sejak tahun 2007 di tiga sisi, dan oleh Mesir di satu sisi. Akibatnya, produk-produk yang dibutuhkan oleh penduduk Gaza sulit untuk disalurkan, dan kondisi ini memicu krisis kemanusiaan yang parah.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Cabang Gaza , Mahmoud Daher, mengatakan bahwa kondisi kesehatan dan keselamatan penduduk di wilayah ini menghadapi hambatan serius karena pengepungan Israel.

Sedangkan pada pertengahan tahun lalu, operasi militer Israel di Jalur Gaza telah mengakibatkan belasan ribu korban luka, dan menurut UNRWA, sebagian dari korban luka ini harus berjuang agar tetap bertahan hidup. Tak hanya itu, infrastruktur Gaza juga rusak parah, dan Komite Palang Merah Internasional menyatakan bahwa kondisi ini menyulitkan warga untuk mendapatkan air bersih.

Menyikapi hal ini, Al-Insan Center for Democracy and Human Rights menyerukan intervensi untuk mengevakuasi ratusan pasien di Jalur Gaza untuk segera mendapatkan pertolongan. Lembaga ini juga meminta Israel untuk mematuhi konvensi Jenewa.

Selain komplikasi fisik, UNRWA juga melaporkan bahwa anak-anak di Gaza juga mengalami masalah emosional dan perilaku. Anak-anak berusia enam atau lebih telah melihat tiga kali dahyatnya operasi militer.

Sementara itu, James Rawley, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Palestina menyatakan bahwa pembatasan akses dan gerak di Gaza telah merusak mata pencaharian penduduk.

“Berlanjutnya pendudukan merusak kemampuan rakyat Palestina untuk menjalani hidup dengan normal. Jika faktor-faktor tersebut (blokade-red) dihapus dan kebijakan terkait juga dirubah, maka bantuan kemanusiaan internasional tidak akan diperlukan di sini,” tegasnya. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL