Kairo,LiputanIslam.com-Menhan sekaligus putra mahkota Kerajaan Saudi, Mohammad bin Salman, menyatakan bahwa dua pulau Tiran dan Sanafir adalah milik Saudi. Dia mengklaim, tidak ada perselisihan antara Saudi dan Mesir dalam hal ini, karena kesepakatan perbatasan laut dua negara telah ditandatangani pada April lalu.

Klaim Bin Salman ini spontan menyulut amarah warga Mesir. Sejumlah anggota parlemen, tokoh politik, dan netizen Mesir bereaksi keras terhadap klaim ini. Melalui media sosial, mereka mengunggah dokumen dan foto-foto tentara Mesir di dua pulau ini, yang membuktikan bahwa Mesir akan mempertahankan haknya atas Tiran dan Sanafir.

Khaled Ali, seorang ahli hukum ternama Mesir, mengatakan,”Tiran dan Sanafir adalah milik Mesir dan akan tetap menjadi miliknya.”

Dalam laman Facebook-nya, dia menulis,”Bendera Mesir adalah satu-satunya bendera yang akan berkibar di puncak gunung dua pulau ini. Rakyat Mesir adalah satu-satunya rakyat yang tinggal di dua pulau ini. Mereka berjuang, tertawan, dan gugur demi membela pulau-pulau ini. Mereka telah membuat para perampas pulau-pulau ini angkat kaki sambil menangis dan berlumur darah. Maka, dua pulau ini adalah milik Mesir dan akan selalu menjadi miliknya.”

Naji al-Shahabi, anggota parlemen Mesir dan ketua partai al-Jayl, menantang Bin Salman untuk menunjukkan bukti atas klaimnya. Menurut al-Shahabi, Pengadilan Tinggi Mesir telah membatalkan kesepakatan penentuan perbatasan yang diklaim Bin Salman. Dengan demikian, kata al-Shahabi, putra mahkota Saudi sama sekali tak bisa membuktikan kebenaran klaimnya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL