Washington,LiputanIslam.com-Hubungan antara Trump dan Kongres AS yang mayoritas dikuasai oleh Partai Republik, terus memburuk. Ketegangan hubungan ini disebabkan kebijakan imigrasi Trump baru-baru ini.

Kritikan Partai Republik terhadap Trump jsutru terjadi di saat-saat menentukan ketika Gedung Putih mesti mengambil kebijakan penting terkait pajak, kesehatan, dan anggaran, serta harus bekerjasama dengan pihak legislatif.

Pernyataan Trump yang memuji Putin dan kritikannya terhadap Hakim Federal yang telah menangguhkan kebijakan imigrasinya, membuat sebagian anggota Partai Republik putus asa terhadap presiden baru ini.

Menurut sejumlah senator senior Partai Republik seperti Mitch McConnel, ketua mayoritas Republik di Senat, ada perbedaan pandangan antara pemerintahan Trump dengan kebijakan dan prioritas Kongres.

Para pengkritik dari Republik menganggap kebijakan imigrasi Trump diputuskan secara terburu-buru dan sulit untuk dilaksanakan.

Jumat lalu (3/2), Pengadilan Federal Amerika melalui James Robart, hakim dari Seattle, menangguhkan kebijakan imigrasi ini di seluruh Amerika. Pengadilan Banding juga menolak permintaan pemerintah Trump untuk merevisi keputusan ini.

Melalui akun Twitter-nya, Trump mengejek keputusan ini dan menyebut Robart sebagai “hakim gadungan.”

McConnel bereaksi dengan mengatakan,”Sebaiknya kita berhenti mengkritik hakim satu per satu.”

Senator Benjamin Sasse juga menanggapi cuitan Trump dan berkata,”Tak ada yang namanya ‘hakim gadungan.’ Semua hakim adalah nyata.”

Senin (6/2), John Cornyn, senator dari Texas, berkata kepada pers bahwa dia menentang penangguhan kebijakan imigrasi Trump. Namun dia juga berpendapat, tidak benar jika kredibilitas seorang hakim dipertanyakan.

“Menurut saya, para hakim hanya sekedar menjalankan tugas mereka,”ujar Cornyn. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL