Teheran,LiputanIslam.com-Berbarengan dengan parade angkatan bersenjata Iran dan IRGC di Ahvaz, Sabtu (22/9), sejumlah teroris memberondongkan peluru ke arah warga yang menyaksikan parade tersebut. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak 12 orang gugur dan puluhan lainnya terluka.

Beberapa saat setelah aksi terorisme tersebut, Yaqoub Hurr al-Tustari (jubir kelompok separatis dan teroris al-Ahvaz) diwawancarai oleh stasiun televisi Iran International. Kepada stasiun televisi yang bermarkas di London itu, al-Tustari mengaku bertanggung jawab atas aksi teror di Ahvaz.

Ini bukan serangan pertama yang dilakukan kelompok tersebut. Sebelum ini, mereka juga melakukan sejumlah aksi teror di provinsi Khuzestan, selatan Iran. Poin penting di sini adalah, kelompok al-Ahvaz telah terbukti melakukan sejumlah aksi teror, namun mereka secara terbuka melakukan aktivitas di London. Mereka mengadakan rapat dan pertemuan membahas aksi teror tanpa mendapat halangan.

Seperti halnya AS yang mengaku memerangi terorisme, Inggris bukan hanya tidak menghalangi aktivitas al-Ahvaz, tapi juga memberi suaka kepada para petingginya, seperti Mahmoud Ahmad al-Ahvazi, Hasan Razi, dan Ali Qate’ al-Ahvazi. Mereka dengan leluasa memanfaatkan corong-corong propaganda seperti BBC Persia, BBC Arab, Iran International, dan stasiun televisi Manoto, yang semuanya bermarkas di ibukota Inggris.

Mungkin London akan berdalih bahwa mereka tak bisa menghalangi aktivitas kelompok ini dengan alasan hak kebebasan berpendapat. Pertanyaannya, ketika kelompok ini jelas-jelas melakukan aksi teror dan pembunuhan warga tak berdosa, kenapa London masih memberi suaka kepada mereka? (af/alalam)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*