Sana’a,LiputanIslam.com—Peraih nobel perdamaian asal Yaman, Tawakkol Karman, menyeru agar Arab Saudi dan Uni Emirat Arab segera mengakhiri ekspansi militernya atas Yaman. Aktivis dari Partai Islah Yaman ini berhasil memenangkan penghargaan bergengsi tersebut pada tahun 2011. Karman adalah salah satu actor utama yang melatari turunnya kepemimpinan Ali Abdullah Saleh, mantan presiden Yaman.

Sejak terjadinya Arab Spring, Yaman, seperti halnya Suriah dan Libya, juga jatuh dalam lembah peperangan yang didesain oleh kekuatan asing.

Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mulai terlibat dalam konflik Yaman setelah kelompok Houthi menguasai sebagian besar Yaman pada akhir 2014 silam.

“Ekspansi militer Arab Saudi telah mengorbankan rakyat Yaman dan menggadaikan masa depan mereka, serta mengkambinghitamkan kelompok Houthi untuk melancarkan serangan militer ke Yaman dan mendapatkan pengaruh yang lebih luas,” ucap Karman dalam wawancara eksklusif bersama Reuters di Istambul, Turki pada Kamis (8/2).

Ia mengatakan bahwa mantan Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, bersama dengan mantan pejabat Yaman lainnya telah ditahan oleh Arab Saudi dan diperintahkan untuk melayani kepentingan Arab Saudi dan UEA.

Dalam suatu kesempatan, pejabat koalisi mengatakan bahwa Karman tidak mengetahui apa yang ia katakan. Ia menepis tuduhan Karman dan mengatakan bahwa mantan Presiden Hadi tidak ditahanan dan bebas bepergian kemana pun.

Koalisi Arab Saudi dan UEA itu mengklaim bahwa serangan mereka atas Yaman didasarkan dari permintaan mantan Presiden Hadi dan bermaksud untuk mengembalikan kekuasaannya atas Yaman.

Tetapi Karman menyebut bahwa Arab Saudi dan UEA mencoba untuk menanamkan pengaruh politiknya atas Yaman dan wilayah-wilayah lainnya.

Berdasarkan atas laporan PBB, perang Yaman telah menewaskan lebih dari 10.000 orang. (fd/al-Jazeera)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL