patung ditutupRoma, LiputanIslam.com—Keputusan pemerintah Italia untuk menutup patung-patung telanjang di di koridor yang mengarah ke aula besar Museum Capitoline Roma, demi menghormati kedatangan Presiden Iran, Hassan Rouhani, memunculkan protes dari dalam negeri. Media massa Italia menyebut keputusan itu telah mengganggu identitas nasional Italia.

“Patung-patung telanjang tersebut adalah patung kuno yang merupakan karya klasik dan ‘dasar dari budaya dan peradaban Eropa dan Mediterania”, tulis Michele Serra di La Repubblica.

Sementara itu, pihak Iran menyatakan bahwa penutupan patung telanjang tersebut bukan atas permintaan mereka. Selain itu, selama kunjungan Rouhani, pemerintah Italia sama sekali tidak menyajikan anggur dan minuman beralkohol.

“Saya tahu bahwa bangsa Italia sangat menghormati tamu dan akan melakukan apapun untuk membuat tamunya nyaman, dan saya berterima kasih kepada mereka,” kata Presiden Rouhani, menanggapi pro-kontra yang terjadi.

Italia dan Iran melakukan perundingan bisnis segera setelah tercapainya kesepakatan program nuklir dan pencabutan sanksi ekonomi Barat terhadap Iran. Kunjungan Rouhani ke Roma berlangsung pada 25-26 Januari 2016. Dia bertemu dengan Paus Francis di Vatican dan Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi. (dw/newyorktimes)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL