Washington,LiputanIslam.com—Pentagon mengatakan bahwa kampanye militer koalisi pimpinan AS melawan kelompok teroris Daesh yang berada di Suriah dan Irak semenjak pertengahan 2014, telah menyebabkan 484 warga sipil meninggal dunia.

“Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang tersedia, CJTF-OIR menilai bahwa sekurang-kurangnya 484 warga sipil telah dibunuh secara tidak langsung oleh koalisi AS semenjak dimulainya operasi militer di Irak dan Suriah,” tulis OIR dalam laporannya yang dirilis pada Jum’at, (2/6).

Menurut laporan tersebut, sebanyak 21.035 serangan udara, termasuk 44.330 serangan lainnya atelah dilakukan untuk melawan kelompok teroris Daesh semenjak Agustus 2014 hingga April 2017.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa total warga sipil yang meninggal akibat serangan koalisi AS tersebut telah mengalami peningkatan. Sebab, laporan bulan lalu menunjukkan jumlah warga sipil yang meninggal hanya 352.

Peningkatan tersebut sebagian besar disebabkan oleh serangan udara yang dilakukan pada 17 Maret lalu di kota Mosul Irak. Sebanyak 101 warga sipil yang berlindung di bawah lantai bangunan dan empat warga sipil di bangunan lainnya terbunuh.

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya telah membentuk pasukan koalisi pada tahun 2014 yang bertujuan untuk melawan kelompok teroris Daesh di Irak. Namun, seiring berjalannya waktu, pasukan koalisi itu pun mulai memasuki wilayah-wilayah di Timur dan Utara Suriah.

Koalisi pimpinan AS telah berulang kali dituduh menargetkan dan membunuh warga sipil. Tuduhan ini pun menunjukkan bahwa pasukan koalisi tersebut tidak mampu memenuhi tujuannya untuk menghancurkan kelompok teroris Daesh. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL