Washington,LiputanIslam.com-Seorang pensiunan jenderal bintang empat AS berpendapat, kelompok ISIS lebih mahir memanejemen operasi daripada Donald Trump.

Hal ini disampaikan James Stavridis saat diwawancarai stasiun televisi NBC, Senin (28/10) terkait tewasnya Abu Bakar al-Baghdadi.

Stavridis mengabdi selama 37 tahun di angkatan laut AS. Dia juga pernah menjabat sebagai salah satu komandan senior NATO.

Dia mengkritik nada bicara Trump saat mengumumkan kematian pemimpin ISIS pada Minggu (27/10) lalu. Menurut Stavridis, gaya bicara Trump justru akan memotivasi kelompok-kelompok ekstremis untuk merekrut lebih banyak anggota.

Baca: Sepinya Sensasi Berita Kematian Al-Baghdadi

“Ada satu masalah besar di sini, yaitu motivasi pihak lawan. Sebagian orang mungkin berargumen bahwa gaya bicara Trump bersifat preventif. Namun saya tidak berpikir demikian,”kata Stavridis.

“Rekaman ini akan diputar kembali, terutama yang berkaitan dengan ilustrasi ‘anjing’ yang berkonotasi negatif di Dunia Arab. Saya berpendapat, omongan Trump ini akan dijadikan ISIS sebagai alat untuk merekrut anggota di internet,”imbuhnya.

Saat mengumumkan tewasnya al-Baghdadi, Trump mengatakan,”Dia terbunuh seperti seekor anjing, dan kematiannya sama sekali tidak heroik. Dia tewas seperti seorang pengecut. Dia menangis dan meratap saat meregang nyawa.” (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*