Washington,LiputanIslam.com—Trump telah menandatangani sebuah perjanjian jual beli senjata senilai milyaran dolar kepada Saudi Arabia. Penjualan senjata ini mengundang ketakutan internasional, jika senjata-senjata tersebut digunakan untuk melawan orang-orang Yaman yang tak berdaya.

Pejabat Gedung Putih mengatakan pada Sabtu, (20/05), bahwa kunjungan pertama Presiden Trump ke Riyadh telah memastikan transaksi penjualan senjata senilai 350 dolar antara Amerika Serikat dan Arab Saudi. Menantu Trump, sekaligus penasihat senior Gedung Putih pun turut andil dalam negosiasi kesepakatan penjualan senjata tersebut. Ia dilaporkan telah menghubungi CEO kontraktor pertahanan, Lockheed Martin, dan memintanya untuk menurunkan harga sistem deteksi rudal yang dijual ke Arab Saudi.

Penjualan langsung senjata senilai 110 milyar dolar kepada Arab Saudi tersebut meliputi “Tangki Abrams, kapal tempur, sistem pertahanan rudal, radar, dan teknologi keamanan siber dan komunikas.” Para pejabat yang mengetahui paket penjualan tersebut mengatakan kepada The Associated Press, pada Jum’at (19/05), “Ketika selesai, ini akan menjadi kesepakatan senjata tunggal terbesar dalam sejarah Amerika,” Joe Rixey, Kepala Badan Bantuan Keamanan Pertahanan Pentagon.

Riyadh diperkirakan akan menggunakan sebagian senjata tersebut dalam intervensi militernya di Yaman, tempat koalisi Saudi melakukan kejahatan-kejahatan perang. HAM sudah memperingatkan bahwa kesepakatan jual beli senjata itu akan membuat AS terlibat dalam intervensi militer yang dilakukan Saudi atas Yaman.

Saudi Arabia juga melakukan kesepakatan bisnis senilai 55 milyar dolar dengan berbagai perusahaan AS yang bergerak di bidang energi dan kimia. (fd/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL