Paris,LiputanIslam.com-Para pengunjuk rasa Prancis, yang kini dikenal dengan “Rompi Kuning,” mengirimkan surat terbuka kepada presiden Prancis, Emmanuel Macron. Dalam surat tersebut, mereka memperingatkan cara perlakuan pemerintah terhadap rakyat Prancis.

Dilansir dari Russia Today, para pengunjuk rasa menyatakan mereka diperlakukan seperti pengemis. Mereka menolak tawaran perundingan nasional dan menuntut pengurangan pajak dalam angka signifikan.

Surat terbuka ini dipublikasikan melalui Facebook sebagai representasi dari sekitar 300 ribu pendukung Rompi Kuning. Surat itu juga dikirimkan ke media-media Prancis.

“Jika Anda dan kolega Anda memandang rakyat seperti pengemis, maka kemarahan ini akan berubah menjadi kebencian,”tulis mereka kepada Macron.

Para pengunjuk rasa menolak tawaran negosiasi nasional yang diajukan Macron. Mereka mengatakan,”Negosiasi adalah sebuah perangkap politik untuk melenyapkan masalah yang membuat kepala pemerintahan amat ketakutan.”

Lebih dari sebulan lalu, Macron dalam rapat darurat dengan kabinetnya meminta mendagri Prancis untuk mengorganisasi aparat keamanan guna menangani potensi unjuk rasa yang lebih luas. Dia juga memerintahkan perdana menteri untuk menyiapkan negosiasi dengan para pemimpin dan wakil para pengunjuk rasa.

Kendati gelombang protes rakyat Prancis sedikit menyurut, namun Rompi Kuning menyebarkan seruan untuk melakukan demo pada Sabtu pertama 2019. Kota-kota Paris, Lyon, Bordeaux, Tolouse, dan Strasbourg adalah sejumlah kawasan yang warganya diminta untuk turun ke jalan seperti pekan-pekan lalu. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*