Washington,LiputanIslam.com-Menurut kutipan Bloomberg dari dua sumber di dalam pemerintahan AS, diperkirakan bahwa dengan dimulainya embargo minyak Iran pada 4 November nanti, pembelian minyak dari negara ini hanya akan berkurang antara 700 ribu hingga satu juta barel saja.

Padahal sebelum ini, pemerintahan Donald Trump menargetkan akan menekan nilai ekspor minyak Iran hingga ke titik nol pada November depan.

Menurut dua pejabat tersebut, China dan India (yang merupakan konsumen 50 persen dari produk minyak Iran) dan Uni Eropa (yang membeli 20 persen dari ekspor minyak Iran) adalah kendala dan penghalang utama dalam program embargo minyak atas Teheran.

Saat ini, Iran rata-rata mengekspor minyak 2,1 juta barel per hari. Jika Uni Eropa meningkatkan jumlah pembelian minyak Iran, sebagai bentuk komitmen kepada JCPOA, diprediksi bahwa perkiraan pemerintahan Trump soal berkurangnya penjualan minyak Iran akan meleset.

Sebelum ini, kementerian luar negeri AS secara sepintas telah mengakui kegagalan kebijakan embargo Washington atas Teheran. Pemerintahan Trump dikabarkan akan mengkaji permintaan sejumlah negara yang tidak bisa langsung mengurangi nilai impor minyak Iran.

Meski Washington sukses meyakinkan sejumlah sekutunya untuk mengurangi impor minyak Iran, namun hingga sekarang masih gagal membujuk para pembeli utama minyak Iran, termasuk China dan India.

China pada pekan lalu secara resmi mengumumkan tak akan tunduk pada embargo AS atas Iran. Turki juga menyatakan akan tetap membeli gas dari Iran sesuai kesepakatan sebelumnya. (af/yjc)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*