Senior figures of Egypt’s Muslim Brotherhood gesture from the defendants cage during their trial at the police academy on the outskirts of Cairo on June 2, 2015. (AFP photo)

Kairo, LiputanIslam.com — Pengadilan militer Mesir telah menjatuhkan hukuman kepada 218 anggota Ikhwanul Muslimin (IM) atas tuduhan terlibat dalam serangkaian protes anti-pemerintah yang dilakukan pada tahun 2013.

“Hakim ketua menjatuhi hukuman 25 tahun dan seumur hidup kepada 196 orang tokoh-tokoh maupun pimpinan IM. Sedangkan 22 orang narapidana lainnya dihukum penjara selama 10 tahun,” lapor Presstv, (13/12/2015).

Pengadilan juga mengenakan denda kepada masing-masing aktivis yang dipenjara itu sebesar 2.570 dollar.

Seperti diketahui, para aktivis, tokoh dan pimpinan IM tersebut dinyatakan bersalah karena melakukan hasutan dan provokasi yang berujung pada kekerasan dalam demonstrasi di Provinsi Minya. Kejadian itu berlangsung pada bulan Agustus 2013, ketika militer menggulingkan Presiden Mohammad Morsi, presiden pertama Mesir yang terpilih secara demokratis.

Pada tanggal 14 Agustus 2013, pasukan militer Mesir melakukan serangan mematikan terhadap dua kubu demonstran yaitu di Al-Nahda Square Kairo, dan di Al-Adawiya Square, Rabaa. Dua lokasi itu diduduki oleh para pendukung Morsi selama berminggu-minggu.

IM dan National Coalition for Supporting Legitimacy (NCSL) mengklaim jumlah korban yang tewas dalam serangan di Rabaa mencapai 2.600 orang. Dan sejak penggulingan Morsi tersebut, ribuan demonstran anti-pemerintah, terutama yang terkait dengan IM, dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan sipil dan militer Mesir. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL