Washington,LiputanIslam.com-Sebuah pengadilan di AS pada Senin (24/12) menjatuhkan vonis pembayaran tebusan senilai 501 juta atas Korut.

Vonis ini berkaitan dengan kematian Otto Warmbier, mahasiswa AS berusia 22 tahun yang pernah ditahan di Korut selama 17 bulan. Warmbier meninggal pada Maret lalu tak lama setelah dibebaskan dari penjara. Dalam vonis pengadilan disebutkan, kemungkinan Warmbier meninggal karena disiksa saat di penjara.

Orangtua Warmbier menuntut pemerintah Pyongyang atas kematian anak mereka. Dalam tuntutan itu disebutkan, Pyongyang memperlakukan mahasiswa tersebut seperti seorang tahanan politik.

Warmbier mengunjungi Korut bersama rombongan mahasiswa AS pada 2015 lalu. Dia ditangkap pada 2016 di bandara saat hendak kembali ke negaranya. Dia dikembalikan kepada AS dalam kondisi koma tahun 2017 lalu.

Warmbier meninggal di sebuah rumah sakit di Ohio hanya beberapa hari setelah dibebaskan. Para dokter mengumumkan, dia meninggal karena otaknya tidak mendapat pasokan oksigen dan darah.

Pyongyang menyatakan, Warmbier ditahan atas tuduhan makar terhadap pemerintah Korut. Saat itu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*