Doha,LiputanIslam.com—Komunitas HAM di Qatar telah mengumumkan bahwa mereka akan menyewa pengacara dari Swiss untuk mengajukan tuntutan terhadap beberapa negara tetangga di wilayah Teluk yang telah melakukan embargo terhadap Qatar.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Qatar mengatakan pada Rabu (28/6) bahwa para pengacara tersebut akan dipekerjakan untuk memberikan perlawanan hukum melawan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain karena telah memutuskan akses darat, laut, dan udara dari dan ke wilayah Qatar.

“Kami akan mulai menempuh jalur hukum atas sangsi yang ditimpakan beberapa negara tersebut kepada kami,” ucap petinggi komunitas HAM, Ali bin Smaikh al-Marri. Ia menambahkan bahwa, “Tiga negara tersebut harus membayar ganti rugi atas segala kerugian yang disebabkan oleh perbuatan mereka.”

Marri mengatakan bahwa banyak warga Qatar, termasuk mereka yang memiliki tempat tinggal dan usaha, atau bahkan keluarga di tiga negara tersebut, berhak untuk mendapatkan ganti rugi.

“Beberapa gugatan akan dikirimkan ke pengadilan di tiga negara itu dan selainnya akan dikirimkan ke pengadilan-pengadilan yang memiliki kekuatan hukum internasional, seperti Eropa,” ucapnya, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut tentang firma hukum Swiss yang akan mereka minta untuk menangani kasus ini. Marri menegaskan bahwa keputusan selanjutnya akan diumumkan dalam waktu dekat.

Dipimpin oleh Arab Saudi, beberapa negara seperti UAE, Bahrain, Mesir, dan Maladewa, telah menyatakan diri untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar sejak 5 Juni lalu. Pemutusan ini diiringi dengan penutupan akses dalam bentuk apapun kepada Qatar. Beberapa negara ini telah mengklaim bahwa Qatar memberikan dukungannya terhadap terorisme. Meski begitu, Qatar telah membantah tuduhan ini dan menganggap Arab Saudi telah melemparkan tuduhan tanpa bukti kepada negaranya.

Semua warga Qatar yang sebelumnya hidup di negara-negara tersebut telah diusir. Beberapa sumber di Doha juga mengatakan bahwa pengusiran itu memberikan dampak yang cukup besar. Sebab, kebanyakan warga Qatar telah memiliki dua atau tiga rumah dan vila di Arab Saudi.

Minggu lalu, Arab Saudi dan aliansinya telah mengumumkan 13 tuntutan kepada Qatar yang harus dipenuhi hingga 3 Juli mendatang. Qatar menolak beberapa tuntutan tersebut karena dianggap mengintervensi kebijakan luar negeri negaranya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL