New Delhi,LiputanIslam.com-Media-media India melaporkan, sebuah kelompok pendukung ISIS mengancam akan menyerang bangunan bersejarah, Taj Mahal. Pemerintah India segera meningkatkan pengamanan di sekitar tempat wisata terkenal ini menyusul adanya ancaman tersebut.

Sebelum ini, ISIS juga pernah menebar ancaman untuk melakukan aksi teror di India.

Di awal tahun lalu, ISIS mempublikasikan sebuah video yang menyebut keharmonisan Muslim India dan Hindu sebagai hal menggelikan. Mereka menyatakan sedang mengatur operasi di negara bagian Gujarat, kawasan industri terbesar di barat India.

Tahun lalu, menyusul terbunuhnya terduga anggota ISIS bernama Saefollah di Lucknow, ibu kota Uttar Pradesh, di tangan polisi, sebuah media pendukung ISIS mengancam bahwa kelompok ini akan menyerang India. Meski media ini menyebut Saefollah sebagai “serdadu ISIS dari India,” namun belum dipastikan apakah ia benar-benar berafiliasi kepada kelompok teroris ini.

Menurut pernyataan organisasi keamanan, hingga ada 75 warga India yang bergabung dengan ISIS. 45 dari mereka pergi ke wilayah yang dikuasai ISIS, sedangkan sisanya berada di luar India.

Pihak keamanan India telah melakukan upaya masif untuk mencegah radikalisme dan bergabungnya kawula muda dengan ISIS melalui medsos dan internet.

Sekitar dua tahun lalu, dilaporkan bahwa pesan-pesan ISIS telah diterjemahkan ke bahasa lokal India, seperti Hindi, Urdu, Gujarati, dan Tamil di media-media sosial.

Beberapa waktu lalu, pemerintah India telah memblokir sejumlah situs terduga pendukung ISIS. Situs-situs ini ditutup atas tuduhan mengajak anak-anak muda kepada radikalisme. Sejumlah orang juga telah ditangkap berkaitan dengan tuduhan ini. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL