Wellington,LiputanIslam.com-Menurut laporan Reuters, polisi dan para peternak lebah New Zealand mengatakan, pencurian lebah terjadi menyusul harga madu yang terus meningkat.

Laurence Burkin, salah satu manajer peternakan lebah di New Zealand yang juga menjadi korban pencurian lebah, mengatakan kepada Reuters,”Tidak ada bedanya apakah Anda mendapat keuntungan dari beternak lebah atau metamfetamin. Kini penjualan madu menjadi seperti tambang emas.”

Menurut polisi New Zealand, kasus pencurian lebah terus bertambah. Dalam jangka waktu enam bulan hingga Januari lalu, terjadi 400 kasus pencurian lebah yang dilaporkan kepada pihak keamanan.

Seorang pejabat senior kepolisian New Zealand mengatakan,”Tidak ada bukti bahwa pencurian lebah ini berkaitan langsung dengan sindikat penjahat. Namun kami tahu pelanggaran ini dilakukan secara terorganisir dan ada kemungkinan pelakunya adalah sindikat kriminal.”

Meningkatnya kasus pencurian lebah terjadi di saat trend produksi madu New Zealand berkembang dengan pesat. Menurut Kementerian Industri New Zealand, hingga Juni 2016, ekspor madu negara ini meningkat hingga 35 persen dan bernilai 219 juta dolar. Sekitar sepertiga dari madu New Zealand dijual ke China dan Hongkong.

Reuters melaporkan, naiknya harga madu lokal “Manuka” yang bertambah hingga tiga kali lipat sejak 2012, adalah salah satu faktor meningkatnya kasus pencurian lebah di New Zealand. Selain rasa yang enak, madu ini juga memiliki khasiat antibakteri. Tiap sarang lebah Manuka dihargai 1390 dolar. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL