Yerussalem,LiputanIslam.com—Pada akhir Desember tahun lalu, Presiden Amerika, Donald Trump sempat menyatakan pengakuan kontroversial yang mengguncang hati umat Muslim di seluruh dunia. Pengakuan yang dimaksud adalah bahwa Trump mengakui kota suci Yerussalem sebagai Ibu Kota Israel yang baru, menggantikan Tel Aviv. Yerussalem yang diakui oleh tiga agama, Kristen, Islam, dan Yahudi, serta sebelumnya masuk dalam wilayah Palestina ini kini mulai diambil alih oleh Israel. Tak cukup sampai di situ, Trump pun berencana untuk memindahkan kedutaannya untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerussalem.

Kini, waktu pemindahan kedutaan yang semakin mengukuhkan eksistensi Israel di Yerussalem pun semakin dekat. Sputnik melaporkan pada Minggu (6/5) bahwa pada 14 Mei mendatang, perayaan pemindahan kedutaan itu akan segera dilaksanakan. Tentu saja, deklarasi ini dilakukan bukan tanpa resiko. Rakyat Palestina yang merasa terusir dari kampung halaman mereka terus melakukan demonstrasi menuntut agar hak-hak mereka segera dikembalikan. Banyak sudah korban dipihak rakyat Palestina yang gugur diterjang peluru-peluru Israel. Namun, dunia (PBB) tak berdaya melawan Amerika.

Pemindahan kedutaan Amerika, sebagai salah satu negara besar di dunia ke Yerussalem ini adalah suatu penegasan atas kemenangan Israel melawan Palestina, dan umumnya negara-negara Arab dan Islam. Jika pemindahan ini benar-benar terealisasi pada 14 Mei mendatang, maka inilah tanda bahwa negara-negara Islam tidak benar-benar tulus memperjuangkan nasib saudara Palestina mereka yang terjajah. Buktinya, Arab Saudi sebagai salah satu negara Muslim yang cukup berpengaruh lebih memilih untuk mendesak Presiden Palestina untuk mengikuti anjuran Amerika dan menyerah pada kesewenang-wenangan Israel. (fd/Sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*