Beirut,LiputanIslam.com-Sekjen Hizbullah menyatakan, poros resistansi (muqawamah) telah meraih kemenangan di Suriah. Menurutnya, kini yang tersisa hanyalah sejumlah pertempuran acak.

“Perang melawan ISIS dan al-Nusra adalah kesusahan terberat yang kami alami sejak 2010, bahkan lebih berbahaya daripada perang 2006 (melawan Israel). Sejak tahun 2011 kami telah menyadari adanya proyek Amerika-Israel-Saudi-Qatar untuk menghancurkan poros resistansi dan norma-norma Palestina,”kata Sayyid Hassan Nasrullah, seperti diberitakan oleh al-Akhbar.

Sayyid Nasrullah menceritakan kunjungannya ke Iran dan pertemuannya dengan Ayatullah Khamenei di permulaan krisis Suriah. Menurutnya, saat itu semua pihak percaya bahwa pemerintah Suriah akan jatuh dalam tempo 2-3  bulan.

“Namun beliau (Ayatullah Khamenei) dengan yakin mengatakan Assad akan menang,”ungkapnya.

Dia melanjutkan,”Satu setengah atau dua tahun kemudian, Saudi mengirim pesan kepada Assad. Mereka mengatakan, jika Suriah menyatakan pemutusan hubungan dengan Iran dan Hizbullah, maka krisis akan segera berakhir.”

Sekjen Hizbullah menyatakan, sejak awal Irak telah diperingatkan, bahwa negara itu akan menjadi sasaran ISIS berikutnya andai mereka tidak memerangi kelompok itu di Suriah.

“Ramalan kami terbukti benar dan ISIS menguasai sepertiga Irak. Andai Hizbullah tidak mengangkat senjata di Suriah, apa yang akan terjadi atas Lebanon? Andai rakyat Irak tidak mematuhi fatwa Ayatullah Sistani untuk berjihad, bagaimana nasib Irak sekarang?”katanya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL