Rakhine,LiputanIslam.com—Pemerintah Myanmar baru-baru ini mengumumkan kebijakan jam malam di Rakhine, negara bagian Myanmar yang terletak di pantai sebelah barat negara itu. Rakhine merupakan wilayah di Myanmar yang dihuni oleh lebih dari 1 juta muslim Rohingya.

Berdasarkan keterangan dari media negara Asia Tenggara, pemerintah Myanmar telah mengumumkan kebijakan pemberlakukan jam malam ini pada Sabtu (12/8) di beberapa daerah di Myanmar.

“Beberapa warga Muslim di Desa Rathidaung takut pergi keluar rumah,” ucap salah seorang warga muslim Rohingya. Ia menambahkan bahwa komunitas Muslim di sini khawatir jika tragedi tahun lalu akan kembali menimpa mereka.

Pada Jum’at (11/8) pemerintah telah mengerahkan sekitar 500 tentaranya ke beberapa kota di Myanmar, termasuk Buthidaung dan Maungdaw, di dekat perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh.

Keputusan pemerintah ini didasarkan atas klaim ditemukannya tujuh mayat umat Buddha di sekitar Maungdaw dan sebuah kamp para pejuang Rohingya.

Pemerintah mengaitkan insiden ini dengan aktivitas kelompok ekstremis di Myanmar. Bagi pemerintah, mengerahkan pasukan militer merupakan solusi untuk menggagalkan rencana kelompok ekstremis ini.

“Ratusan tentara dari Myanmar Tengah telah dikerahkan ke beberapa daerah di pegunungan Mayu,” ucap salah seorang perwira militer, yang tidak bersedia disebutkan namanya.

Mendengar hal ini, PBB pada Jum’at (11/8) mengumumkan keprihatinannya atas tindakan militer yang dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat sekitar. PBB telah menuduh militer Myanmar telah melakukan pelanggaran berat pada masyarakat Rohingnya atas nama melawan pemberontakan di negara itu. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL