Baghdad,LiputanIslam.comm—Sebuah pengadilan di Irak telah memerintahkan penangkapan empat orang terduga pelaku pembakaran hasil pemilihan di distrik Rasafa, sebelah Timur Kota Baghdad.

Pada Senin kemarin (11/6), stasiun televisi Irak mengumumkan bahwa tiga orang terduga pelaku adalah anggota pasukan kemanan pemerintah sementara satu orang lainnya adalah pegawai di Komisi Pemilihan Independen Tingkat Tinggi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pada Minggu dua hari lalu, gudang penyimpanan hasil pemilihan parlemen Irak terbakar api sebelum penghitungan sempat dilakukan. PM Irak, Haider al-Abadi menyatakan bahwa pembakaran ini adalah bagian rencana untuk merusak proses demokrasi di Irak.

Pada Rabu sebelumnya, parlemen Irak sepakat untuk mengadakan penghitungan ulang suara secara manual, mengingat adanya kecurangan yang terjadi dalam pemilihan sebelumnya. Merespon hal ini, Haider al-Abadi pun memerintahkan pembentukan komisi tingkat tinggi dan menunjuk kepala KPK di Irak untuk memimpin komisi tersebut.

Muqtadha al-Sadr, sebagai pemenang jumlah kursi terbanyak dalam pemilihan parlemen yang telah diulang itu menolak gagasan pemilihan kembali usai terbakarnya gudang penyimpanan kotak suara. Ia memperingatkan warga Irak untuk menghindari terjadinya perang sipil.

“Berhentilah berebut kursi, jabatan, pengaruh, kekuasaan dalam pemerintahan,” ucap ulama berusia 44 tahun itu kepada seluruh bangsa Irak. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*