Tripoli,LiputanIslam.com-Harian Inggris, Sunday Times, melaporkan, pemerintah Libya yang didukung Barat dan PBB terlibat dalam pengiriman senjata untuk kelompok milisi sekutu ISIS.

Menurut harian ini, langkah Fayez Sarraj dalam mempersenjatai kelompok-kelompok sekutu ISIS ini adalah sebuah pelanggaran nyata di mata diplomat-diplomat Barat.

Sunday Times mengabarkan, hingga kini patroli laut Eropa telah lima kali menghentikan perahu-perahu yang dikirim Sarraj antara Misrata dan Benghazi. Tiap kali, yang ditemukan dalam perahu-perahu itu adalah muatan senjata.

Menurut media Inggris ini, tujuan senjata-senjata itu adalah kelompok milisi yang bertempur melawan pasukan Khalifa Haftar di Benghazi.

Sunday Times berpendapat, Sarraj melakukan hal ini karena dia menganggap Haftar sebagai musuh utama pemerintahannya.

Sejak revolusi tahun 2011 yang berujung pada penggulingan Muammar Qaddhafi, negara Libya menjadi ajang kekerasan dan instabilitas politik akibat campur tangan Amerika dan sejumlah negara Eropa serta kawasan.

Sejak dua tahun lalu, Libya terpecah menjadi dua parlemen (parlemen Tobruk di timur Libya dan parlemen Tripoli) dan dua tentara.

Parlemen Tobruk yang didukung tentara nasional Libya dipimpin oleh Haftar. Sedangkan pemerintahan Fayez Sarraj yang didukung Barat dan Amerika berpusat di Tripoli, ibukota Libya. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL