Amerika,LiputanIslam.com—Komunitas Pengamat HAM (HRW) telah merilis sebuah laporan yang mengungkap kematian beberapa imigran di pusat penahanan AS karena kelalaian medis yang ‘sistematis’.

“Bukti bahwa perawatan medis yang sangat buruk di pusat penahanan imigrasi AS telah ditemukan. Akibatnya, banyak para imigran yang meninggal karena buruknya penanganan medis tersebut,” ucap komunitas HAM yang berbasis di New York dalam sebuah laporan yang dirilis pada Senin, (8/05).

Laporan setebal 104 halaman tersebut dirilis oleh HRW dan Komunitas Inisiatif Untuk Imigran (CIVIC). Laporan ini disusun setelah adanya konfirmasi tentang kematian tujuh imigran yang ditahan antara tahun 2012 dan 2015 akibat cacatnya perawatan medis di AS.

Laporan tersebut menyebut kegagalan medis tersebut sebagai sesuatu yang direncanakan secara sistematis, karena adanya penundaan yang tidak masuk akal terjadi dalam proses perawatan dan staf medis yang terlibat tidak memenuhi syarat.

“Data tersebut mengungkapkan bahwa di bawah pemerintahan Obama, orang-orang yang berada dalam tahanan imigrasi meninggal dalam kondisi yang harusnya bisa terselamatkan,” ucap Grace Meng, seorang peneliti senior AS di HRW. “Pemerintahan Trump telah mengumumkan keinginannya untuk melakukan reformasi dan akan menahan lebih banyak imigran di negara tersebut. Penahanan ini berarti akan menyebabkan kematian lebih banyak imigran yang seharusnya bisa dicegah.” Tambahnya.

Saat ini, Amerika Serikat menahan sekitar 40.000 orang per hari, atau lebih dari 400.000 pertahun, dengan biaya tahunan sebesar 2 miliar dolar. Ratusan imigran di pusat penahanan federal di seluruh negeri tersebut, melakukan mogok makan dalam beberapa tahun terakhir. Para imigran tersebut menyeru pemerintah AS untuk memperbaiki kondisi mereka atau dilepaskan. (fd/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL