Washington,LiputanIslam.com-Media-media AS pada hari Selasa (16/7) memberitakan, jaksa federal negara tersebut menarik dakwaan pidana atas seorang polisi kulit putih, walau ia telah mencekik seorang pedagang kaki lima berkulit hitam hingga tewas.

Dilansir Associated Press dari sebuah sumber, Daniel Pantaleo dibebaskan dari tuduhan pidana. Pantaleo mencekik Eric Garner yang menderita asma pada 2014 hingga ia mati kehabisan nafas.

Kematian Garner memicu protes besar-besaran di seluruh AS. Ucapan terakhir Garner sebelum kematiannya “aku tak bisa bernafas” menjadi slogan simbolis para pengunjuk rasa kulit hitam.

Baca: Senator AS Ancam akan Gilas Eropa Jika Bekerjasama dengan Iran

Mengkonfirmasi kabar Associated Press, CNN mengabarkan bahwa berdasarkan hasil otopsi, kematian Garner disebabkan asma yang menimpanya akibat dicekik polisi.

Menurut CNN, dengan demikian, Pantaleo tidak akan dihadapkan pada tuduhan pidana apa pun terkait kematian pedagang kaki lima kulit hitam itu.

Para aktivis kulit hitam di AS menyatakan, undang-undang di negara itu diberlakukan secara tebang pilih. Diskriminasi rasial terus menghantui komunitas kulit hitam di negeri Paman Sam.

Berdasarkan statistik, warga kulit hitam AS lebih sering ditahan dan diinterogasi aparat polisi. Jika dibawa ke meja hijau, mereka juga mendapatkan hukuman yang lebih berat.

Selain itu, polisi juga lebih besar kemungkinannya untuk menembak warga kulit hitam dan membunuh mereka. Tahun lalu, banyak warga kulit hitam AS yang tewas ditembak, walau mereka tidak membawa senjata. (af/alalam/fars)

Baca Juga:

Menlu Iran: Tak Ada Yaman di Kawasan Teluk Jika Terjadi Perang

“Sanksi AS Justru Memperkuat Hizbullah”

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*