Riyadh,LiputanIslam.com—Pelbagai pembicaraan serta dialog yang dilakukan oleh Sekretasis Negara AS, Rex Tillerson dan beberapa negara Teluk yang bertujuan untuk mengakhiri keretakan hubungan dengan Qatar, berakhir tanpa solusi.

Pada Rabu (13/7), Tillerson kembali ke Kuwait dari Arab Saudi tanpa membawa informasi seputar perundingannya dengan para pejabat Saudi.

“Kami senang melihat kerjasama antara kami dan AS semakin menguat,” ucap Putera Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al-Saud.

Departemen Luar Negeri AS telah mengumumkan bahwa Tillerson akan berkunjung ke Qatar pada Kamis (13/7) untuk menyampaikan hasil pembicaraannya di Jeddah kepada Menteri Luar Negeri Qatar, Hamad Al-Thani.

“Saya mengapresiasi hubungan kerjasama yang kami bangun untuk menciptakan stabilitas dan kemakmuran ekonomi di wialayah Teluk Persia. Ini  adalah hubungan yang sangat penting dan kuat antara Amerika Serikat dan Arab Saudi,” ucap Tillerson.

Pada Selasa, Tillerson telah menandatangani sebuah kesepakatan dengan al-Thani. Kesepakatan itu berisi komitmen untuk memerangi “pendanaan terhadap terorisme. Namun, Arab Saudi dan sekutu-sekutunya menganggap bahwa itu tidaklah cukup.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Bahrain telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni lalu, dan menuduh Qatar sebagai pendukung kelompok teroris.

Pada 23 Juni, Arab Saudi dan aliansinya mengeluarkan 13 syarat yang harus dipenuhi oleh Qatar agar hubungan di antara mereka kembali membaik. Di antara syarat-syarat yang diajukan itu adalah Qatar harus memutuskan hubungannya dengan kelompok Ikhwanul Muslimin dan gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL