NewYork,LiputanIslam.com-Pelaku aksi teror di Manhanttan, New York, Selasa (31/10) mengaku tidak menyesali perbuatannya. Dalam sidang pertamanya, pelaku berusia 29 tahun ini bahkan menyatakan ingin membunuh lebih banyak lagi.

“Saya merasa nyaman dengan aksi ini,”kata Saifullah Saipov, seperti dilansir Reuters.

Serangan teror Saipov dengan cara menabrakkan mobil ke tengah kerumunan ini menewaskan setidaknya 7 orang. Lima di antara korban adalah alumnus sebuah universitas di Argentina yang bereuni di New York setelah 30 tahun lulus kuliah.

Menurut laporan Reuters, Saipov sudah merencanakan aksi ini sejak setahun terakhir. Dia sengaja memilih melakukan aksinya di Hari Halloween agar bisa membunuh lebih banyak orang.

Saat ini polisi New York tengah menyelidiki masa lalu Saipov. Dia termakan propaganda ISIS di Amerika setelah meninggalkan tanah kelahirannya, Uzbekistan.

Washington Post menyebut bahwa Saipov meninggalkan catatan tanda baiatnya untuk ISIS di mobil yang ia gunakan. Namun para pejabat menyatakan, sejauh ini mereka belum menemukan kaitan Saipov dengan ISIS atau kelompok teroris lain.

Saipov tiba di Amerika enam tahun lalu. Dia berpindah dari New Jersey menuju Ohio dan Florida.

ISIS yang menyeru pendukungnya untuk menggunakan mobil sebagai senjata, tidak langsung mengaku bertanggung jawab atas teror Manhattan. Namun para pendukung kelompok ini bersukaria atas peristiwa tersebut.

Tidak seperti aksi teror lain di Berlin, London, dan Barcelona, kali ini pelaku ditangkap hidup-hidup. Ini berarti aparat keamanan bisa memperoleh info lebih terperinci dari si pelaku. Pertanyaan utama adalah apakah dia memiliki partner dan apakah dia terkait dengan kelompok teroris. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL