Sanaa,LiputanIslam.com-Deputi menteri informasi Yaman menyatakan, permintaan AS dan Inggris untuk menghentikan perang di Yaman, merupakan izin tersembunyi untuk memasifkan tindakan militer di al-Hudaydah.

“Koalisi agresor yang dipimpin AS berupaya mencari kemenangan dalam invasi mereka di beberapa hari terakhir. Namun, dari satu sisi,berkat keberhasilan mencolok pasukan Yaman, dan dari sisi lain, kegagalan pasukan agresor untuk merangsek maju, mereka tak akan meraih kemenangan yang didambakan,”kata Fahmi al-Yusufi saat diwawancarai stasiun televisi al-Alam.

“Hingga saat ini, pasukan Yaman adalah pemenang sejati dalam medan pertempuran. Meski cuma berjumlah sedikit dan hanya dilengkapi fasilitas sederhana, namun berkat kekuatan tekad, mereka sanggup menghadang laju musuh agresor,”lanjutnya.

Al-Yusufi menyebut bahwa para antek Saudi dan UEA dilengkapi dengan fasilitas yang mumpuni. Dia mengatakan, andai pasukan Yaman memiliki fasilitas semacam itu, mereka pasti sudah memasuki Riyadh, ibukota Saudi. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*