Washington,LiputanIslam.comNew York Times (NYT) dalam laporannya menyatakan,pemerintahan Trump berusaha membuat kasus atas Iran. Namun para pejabat Amerika sendiri tidak tahu cara membuktikan tuduhan-tuduhan Washington kepada Iran.

Nikki Haley pada Kamis (14/12) menuduh Iran menyuplai senjata kepada kelompok Houthi Yaman. Dia berdiri di depan beberapa benda yang diklaim pejabat militer Amerika sebagai sisa-sisa rudal Qiam buatan Iran. Rudal itu disebut-sebut telah ditembakkan Houthi ke Riyadh. Saudi menuduh rudal itu buatan Iran dan menyatakannya sebagai tindakan provokatif.

“Rudal ini terlihat sangat mengerikan. Bayangkan saja jika rudal ini mengenai bandara-bandara Washington, New York, Paris, London, atau Berlin,”ujar Haley.

Dia mengklaim, rudal itu diperoleh Pentagon. Dengan demikian, Trump bisa meyakinkan negara-negara lain untuk menekan Iran. Dia berkata, Amerika akan membentuk koalisi untuk memukul mundur Iran.

Menurut NYT, tuduhan Haley adalah langkah terakhir Trump untuk menekan Iran terkait program rudal balistik dan ‘aktivitas destabilisasi’ Teheran di Timteng.

Haley mengklaim, Iran melanggar resolusi 2231 DK PBB yang disahkan pasca JCPOA. Berdasarkan resolusi ini, Iran diminta untuk tidak mengekspor senjata khusus ke luar negeri atau memindahkannya, kecuali dengan persetujuan DK PBB. Teheran juga dituntut agar tidak memindahkan senjata yang bisa membawa hulu ledak nuklir ke luar negeri.

Namun, bukti-bukti yang ditunjukkan Haley adalah empat senjata yang diberikan Saudi dan UEA kepada Amerika. Mereka sendiri tidak bisa membuktikan klaim-klaim mereka.

Para pejabat pertahanan Amerika mengatakan, mereka tidak bisa membuktikan kapan senjata-senjata itu (rudal Qiam, roket antitank, dan drone) diberikan kepada Houthi. Artinya, bisa jadi senjata-senjata itu telah dikirim sebelum resolusi 2231 disahkan. Mereka juga tidak bisa mengatakan kapan senjata-senjata itu digunakan.

Para petinggi ini juga tidak bisa menjelaskan kapan dan di mana drone tersebut ditemukan. Drone yang telah terpotong itu merupakan jenis Qashif 1 yang tak memiliki hulu ledak atau sistem pemandu.

Jeffrey Lewis, seorang analis dari Institute Middlebury, mengatakan,”Poinnya adalah tak satu pun dari senjata-senjata yang ditunjukkan bisa membawa hulu ledak nuklir.” (af/alalam/isna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL