Dubai, LiputanIslam.com-Dhahi Khalfan, mantan kepala polisi Dubai, mendukung kebijakan Donald Trump terkait tujuh negara muslim. Dia menyebut warga negara-negara ini sebagai orang-orang terbelakang.

Khalfan dikenal suka berpendapat terkait hal-hal di luar wewenangnya. Dia mengunggah cuitan berikut di akun Twitter-nya:”Penduduk negara-negara yang dilarang Trump memasuki Amerika, tidak boleh memasuki Somalia sekalipun!”

Dalam cuitan lainnya ia menambahkan,”Untuk apa Amerika menerima orang-orang dari bangsa terbelakang? Sampai sekarang, Amerika sudah cukup menerima kelompok-kelompok yang tidak produktif dan bukan spesialis. Sebab itu, Amerika tidak butuh menerima kehadiran warga Iran, Irak, atau Somalia.”

“Penduduk Somalia maksimal hanya bisa pergi ke Mogadishu, orang Suriah hanya bisa ke Turki, dan warga Irak paling banter cuma bisa ke Mashad (Iran). Jadi, buat apa mereka pergi ke Amerika?”demikian cuitan lain yang diunggah Khalfan dalam akunnya.

Penghinaan terang-terangan ini tak pelak menyulut kemarahan netizen Arab dan Muslim. Seorang netizen dari Irak membalas cuitan Khalfan dengan mengatakan,”Khalfan hanya seorang primitif. Dia lahir di negara yang hanya dipenuhi tanah dan pasir di masa ketika Baghdad adalah ibukota seluruh dunia.”

Sebagaimana diketahui, baru-baru ini Trump mengeluarkan sebuah kebijakan kontroversial. Kebijakan ini melarang warga Irak, Iran, Suriah, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman memasuki Amerika selama minimal 90 hari ke depan. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL