Tripoli,LiputanIslam.com-Sindikat perdagangan manusia di salah satu kota di barat laut Libya membunuh 22 pengungsi asal Afrika.

Rabu (8/3), sebuah sumber keamanan mengumumkan, para pengungsi ini berencana naik perahu di Sabratha, 70 km dari Tripoli, ibukota Libya. Mereka akan menempuh perjalanan berbahaya mengarungi Laut Mediterania.

Menurut sumber ini, lantaran kondisi cuaca yang buruk, para pengungsi tidak bersedia naik perahu. Hal inilah yang menyebabkan mereka dibunuh.

Bulan Sabit Merah Libya juga telah mengkonfirmasi berita ini, namun tidak bersedia menjelaskan rinciannya.

Selasa (7/3), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengumumkan,”Tampaknya terjadi kontak senjata antara para pedagang manusia sehingga menyebabkan kematian 22 orang ini.”

Menurut pernyataan organisasi yang bermarkas di Jenewa ini, sejak awal Januari hingga 5 Maret, lebih dari 520 pengungsi tenggelam di Laut Mediterania. Dalam jangka waktu ini sekitar 20 ribu pengungsi juga berhasil menempuh jalur ini menuju Eropa.

Biasanya perjalanan yang dimulai dari pesisir barat laut Libya menuju pulau Lampedusa, Italia, ini diatur oleh sindikat perdagangan manusia. Untuk sampai ke pulau Italia tersebut, para pengungsi harus menempuh jarak kurang lebih 300 kilometer. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL