Sana’a,LiputanIslam.com—PBB telah melayangkan tuntutan kepada Arab Saudi terkait larangan yang diberikan oleh rezim tersebut kepada tiga orang wartawan yang hendak masuk ke ibukota Yaman, Sana’a.

“Kami tidak ingin hanya bisa membawa bantuan, yang tentu saja merupakan aspek penting dari pekerjaan yang kami lakukan. Tapi kami juga ingin memberitahukan kepada dunia apa yang sedang terjadi. Ini merupakan masalah kemanusiaan yang sangat besar, wartawan perlu mendapatkan akses masuk agar dunia dapat mengetahui apa yang terjadi,” ucap juru bicara PBB, Farhan Haq, pada Rabu (19/7).

Haq menyampaikan pernyataannya setelah Saudi memblokir sebuah pesawat charter PBB yang membawa agen untuk mendarat di Sana’a. Saudi beralasan bahwa penutupan akses tersebut dilakukan karena negara tidak dapat menjamin keselamatan tiga orang wartawan BBC asal Inggris tersebut.

“Seperti yang dikatakan oleh rekan-rekan kami, mengapa Yaman yang sedang dilanda krisis kemanusiaan terbesar, tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari media internasional. Kurangnya pemberitaan atas apa yang terjadi membuat berbagai usaha yang dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat internasional semakin terhambat,” tambahnya.

Setelah memblokir penerbangan tersebut, pejabat Saudi mengklaim bahwa semua penerbangan yang masuk ke Yaman, berada di bawah kendali pemerintah sebelumnya, yaitu mantan Presiden Abdurrahman Mansur Hadi, sekutu setia Riyadh.

Agresi militer Saudi atas Yaman, dilakukan untuk memulihkan kembali kekuasaan mantan Presidan Hadi. Sejauh ini, agresi militer tersebut telah menewaskan lebih dari 12.000 orang, kebanyakan mereka adalah warga sipil.

Konflik tersebut juga telah menyebabkan lebih dari 17 juta orang di negara itu merasa tidak aman, dan 6,8 juta orang di antaranya sedang berada dalam status “sangat membutuhkan bantuan.” (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL