Sana’a,LiputanIslam.com—Para pengamat PBB mengatakan bahwa Arab Saudi tidak memiliki bukti yang cukup atas klaimnya yang mengatakan bahwa Iran telah melakukan intervensi atas kebijakan dalam negeri Yaman dan mengirim senjata ke negara itu.

Para pengamat PBB itu justru menekankan bahwa serangan Arab Saudi dan blokade yang diberikan atas Yaman merupakan ancaman perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Yaman.

Para pengamat independen tersebut mengatakan bahwa saat ini koalisi pimpinan Arab Saudi sedang mengumpulkan bukti-bukti atas klaimnya dan jika gagal, maka klaim Saudi itu akan dianggap sebagai pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan PBB yang dikeluarkan pada Februari 2017.

Koalisi Arab Saudi telah mengumumkan pada 6 November lalu bahwa dirinya akan memblokade akses darat, laut, dan udara menuju Yaman, untuk mengawasi pengiriman senjata Iran ke Yaman.

Akan tetapi, blokade tersebut mendapat kecaman dari PBB dan Arab Saudi diminta untuk segera mengakhirinya, mengingat tindakan tersebut akan menyebabkan krisis kelaparan di Yaman dalam beberapa dekade ke depan.

Para pengamat itu juga meragukan klaim yang dikatakan oleh koalisi tersebut bahwa Iran tengah mempersenjatai Houthi Yaman dengan senjata misil.

Pada 7 November lalu, Dubes Saudi untuk PBB menyampaikan klaimnya dalam sebuah surat untuk Dewan Keamanan PBB bahwa Riyadh telah menganggap sisa-sisa rudal yang ditembakkan oleh Ansarullah pada 4 November itu melibatkan iran dalam proses pembuatannya.

Namun, para pengamat itu mengatakan bahwa mereka masih belum menemukan dokumen yang bisa membuktikan klaim Arab Saudi bahwa Iran telah mengirim rudal jarak dekat ke Ansarullah-Yaman.

Koalisi Saudi menuding bahwa rudal yang ditembakkan oleh Ansarullah-Yaman merupakan rudal jarak dekat, Qiam-1, yang diproduksi oleh Iran. (fd/IFP)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL