Jenazah pengungsi Somalia yang menjadi korban serangan koalisi Saudi (Foto: Reuters)

Sanaa,LiputanIslam.com-PBB menolak permohonan Saudi untuk mengawasi pelabuhan Hudaydah, Yaman. Pelabuhan ini ada di bawah kontrol pejuang Ansharullah.

Permohonan ini diajukan Saudi menyusul terbunuhnya 42 pengungsi Somalia akibat serangan helikopter koalisi pimpinan Saudi atas perahu mereka. PBB sendiri telah menuntut penyelidikan atas serangan yang terjadi di dekat pelabuhan Hudaydah ini.

Senin (20/3), jubir PBB, Farhan Haq, menyatakan bahwa pihak yang bertikai di Yaman bertanggung jawab menjaga warga dan infrastruktur sipil negara ini. Masing-masing tidak boleh melemparkan tanggung jawab ke pihak lain.

Menurut Haq, bantuan kemanusiaan ke Yaman murni diberikan berdasarkan kebutuhan, bukan faktor politik. Bantuan ini akan terus dilanjutkan melalui semua sarana yang ada.

Dalam pernyataan yang dirilis Senin (20/3), pihak koalisi tidak bersedia bertanggung jawab atas tewasnya para pengungsi Somalia. Mereka menuntut agar pelabuhan Hudaydah segera diawasi langsung oleh PBB.

Koalisi Saudi mengklaim, pelabuhan ini digunakan untuk menyelundupkan narkoba dan lalu lalang warga Yaman. Namun jika dikontrol PBB, mereka mengklaim hal itu akan memudahkan pengiriman bantuan kemanusiaan untuk warga Yaman.H

Hudaydah adalah salah satu kawasan kunci untuk transit barang-barang impor yang dibutuhkan rakyat Yaman. Pelabuhan ini berada dalam kendali pejuang Ansharullah.

Sekitar 70 persen barang-barang kebutuhan rakyat Yaman dipasok melalui Hudaydah. Hal ini sedikit banyak mengurangi krisis pangan yang diderita rakyat Yaman, sebab pasokan barang-barang ini nyaris tak mungkin dilakukan melalui jalur lain.

PBB mengumumkan, sekitar 7,3 juta orang di Yaman membutuhkan pasokan pangan. Bisa dikatakan bahwa sekarang ini mereka menghadapi krisis pangan terparah di dunia. (af/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL