Rohingya,LiputanIslam.com—Reporter khusus PBB yang fokus mengikuti perkembangan situasi kemanusiaan di Myanmar, Yanghee Lee, menyampaikan pada Senin (9/7) perihal sikap pemerintah Myanmar yang enggan memperbaiki sistem hukum, kebijakan, dan sikap negaranya yang diskrimatif terhadap minoritas Muslim Rohingya. Atas dasar itu, PBB pun mulai meragukan masa depan Rohingya untuk bisa kembali ke Myanmar seperti yang diharapkan.

Yanghee Lee juga menyampaikan keinginan para pengungsi Rohingya untuk mendapatkan kesempatan pendidikan serta perluasan ruang gerak mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk penanganan kesehatan.

Pada Jum’at lalu, para dokter HAM (PHR) mengonfirmasi adanya kekerasan dan penganiayaan yang terhadap para pengungsi Rohingya. Para pengungsi tersebut juga menyampaikan kepada para dokter tersebut tentang perlakukan kejam para pasukan yang telah mengusir mereka dari kampung halaman mereka. Laporan yang dirilis oleh Reuters tentang adanya penembakan, dan korban luka-luka merupakan bukti adanya sikap brutal yang ditunjukkan oleh militer Myanmar kepada orang-orang Rohingya.

Tindakan brutal militer Myanmar ini telah memaksa 700.000 muslim Rohingya untuk meninggalkan kampung mereka menuju Bangladesh dan beberapa negara di sekitarnya. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*