Eropa,LiputanIslam.com—Badan urusan pengungsi PBB menyatakan bahwa baru-baru ini sekitar 100 orang pengungsi telah tenggelam di perairan Mediterania. Laporan ini menambah jumlah pengungsi yang meninggal pada tahun 2017 menjadi lebih dari 1.000 korban, Jum’at (21/04).

“Tragedi ini menambah jumlah korban yang meninggal atau hilang di perairan Mediterania mencapai 1.037 orang,” ucap UNHCR kepada AFP.

Para korban pengungsi yang selamat menyampaikan bahwa 100 orang penumpang telah dihantam ombak kemudian tenggelam.

Sekelompok pengungsi mengatakan bahwa “ penyelamatan massal terhadap orang-orang yang melarikan diri dari kekacauan yang terjadi di Libya  belum pernah terjadi. Mereka tenggelam begitu saja tanpa adanya tindakan dari Uni Eropa,”.

Kapal Italia, Asso 29 telah membawa 1.170 orang yang diselamatkan di Vibo Valentia, pada Selasa. Para pengungsi tersebut merupakan para keluarga dari Suriah, Tunisia, Bangladesh, dan Afrika.

“Beberapa pengungsi yang tiba di Vibo Valentia mengatakan bahwa ada sekitar 100 orang meninggal di persimpangan laut Mediterania menuju Itali,” ucap Federico Fossi, anggota UNHCR, kepada AFP. Ia menekankan bahwa dalam situasi seperti ini, “sulit untuk mendapatkan rincian yang akurat tentang apa yang telah terjadi.” Seperti yang dilaporkan oleh Organisasi Internasional bagian migrasi bahwa lebih dari 36.700 orang telah berada di tempat yang aman dan telah dibawa ke Italia. Jumlah ini meningkat sebanyak 45 persen apabila dibandingkan dengan tahun lalu.

UNICEF menyampaikan pada Jum’at, (21/04), sedikitnya, 150 orang telah kehilangan anak-anak mereka. Sekalipun jumlah sebenarnya kemungkinan besar lebih tinggi lagi. Mengingat banyaknya anak-anak yang pergi tanpa ditemani orang tua mereka. Sehingga banyak anak-anak yang meninggal dalam tragedi tersebut, namun tidak dilaporkan. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL