Sudan,LiputanIslam.com—PBB mengatakan bahwa lebih dari 2 juta anak di Sudan Selatan telah dipaksa pergi dari kampung halaman mereka karena konflik dan kelaparan di negara tersebut.

Berdasarkan atas laporan PBB bahwa lebih dari 1 juta anak telah dipaksa pergi meninggalkan negara mereka, sementara 1 juta lainnya sedang terlantar.

“Tak ada krisis pengungsi dewasa ini yang lebih membuat saya khawatir lebih dari Sudah Selatan,” ucap Valentin Tapsoba, kepala negara Afrika, di Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), pada Senin, (8/05).

PBB melaporkan bahwa sekitar 3 dari 4 anak di Sudan Selatan tidak pergi ke sekolah. Sementara, lebih dari 1.000 anak juga telah terbunuh karena perang yang sedang berlangsung di negara tersebut.

Perang sipil dan kelaparan yang melanda Sudan Selatan telah menciptakan krisis pengungsi terbesar di Afrika lebih dari satu dekade.

Perang dimulai tiga tahun yang lalu, ketika Presiden Salva Kiir memecat wakilnya, Rick Machar. Machar kemudian memimpin pasukan pemberontakan melawan Kiir. Perang saudara terus berlanjur sampai hari ini dan telah membagi negara yang berpenduduk 12 juta orang ini berdasarkan atas garis etnik.

Di awal Desember tahun lalu, PBB melaporkan bahwa “pembersihan etnik” sedang terjadi di beberapa tempat di Sudan Selatan. Adama Dieng, penasehat khusus PBB untuk pencegahan genosida, telah memperingatkan “resiko kekerasan yang meningkat di sepanjang garis etnis, dengan potensi genosida.”

Untuk menghindari kekerasan, banyak warga Sudan Selatan yang mencari perlindungan di negara-negara tetangga, seperti Uganda, Kenya, Sudan, dan Ethiopia. Negara-negara tuan rumah ini sendiri berjuang untuk menyediakan makanan dan sumberdaya yang cukup untuk rakyat mereka. (fd/Press)

 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL