Tel Aviv,LiputanIslam.com—Badan Urusan Pengungsi PBB menyampaikan tegurannya kepada Israel pada Selasa (9/1) untuk segera menghentikan kebijakan relokasinya terhadap 33.000 warga Eritrea dan Sudan.

“UNHCR sekali lagi telah menegur Israel untuk menghentikan kebijakannya merelokasi warga Eritrea dan Sudan ke sub-Sahara Afrika,” ucap William Spindler, jubir UNHCR dalam sebuah konferensi pers di Jenewa.

Teguran tersebut disampaikan setelah terjadinya 80 kasus korban relokasi yang harus mempertaruhkan nyawa mereka melawati perjalanan berbahaya ke Eropa melalui Libya.

Pada 1 Januari lalu, Israel memerintahkan ribuan migran Afrika untuk sesegera mungkin meninggalkan Israel maksimal bulan April mendatang atau dimasukkan ke dalam penjara.

Aktivis dan komunitas HAM mengungkapkan kemarahan mereka terhadap keputusan kejam Israel tersebut.

“Kami mengetahui sejarah perjalanan orang-orang migran. Tapi, perlakuan Israel terhadap migran Afrika ini sangat mengganggu dan rasis,” ucap Jessica Sherman, jubir Komunitas Yahudi untuk Perdamaian (JVJP). (fd/AA)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL