Dua orang anak pengungsi Suriah sedang berdiri di kamp pengungsi Azraq, Yordania.

Suriah,LiputanIslam.com—PBB telah menyeru negara-negara di seluruh dunia agar meningkatkan dukungan mereka bagi negara yang menampung para pengungsi dari Suriah. PBB mengatakan bahwa ketegangan sosial dan sipil akan terjadi apabila sumber daya negara tersebut berkurang.

“Apa yang kita lihat saat ini adalah ketegangan di dalam masyarakat. Kita melihat berbagai demonstrasi yang dilakukan oleh satu kelompok terhadap kelompok lainnya, “ Ucap Mireille Girard, Perwakilan badan pengungsi PBB, Senin (3/4).

Lebanon, tetangga kecil Suriah di sebelah barat daya, telah menjadi salah satu negara penampung para pengungsi yang melarikan diri dari perang selama enam tahun di Suriah. PBB memperkirakan bahwa satu juta warga Suriah telah melarikan diri ke Lebanon sejak perang dimulai pada Maret 2011. Sementara itu, Beirut memperkirakan jumlahnya mencapai 1,5 juta, atau seperti dari penduduk asli Lebanon.

Girard menambahkan bahwa negara-negara seperti Lebanon telah merasakan dampak atas pembengkakan populasi karena banyaknya pengungsi yang datang dari Suriah. Ia mengatakan bahwa kemiskinan dan kurangnya dukungan menjadi penyebab utama bagi negara-negara yang menjadi tuan rumah untuk para pengungsi tersebut.

“Tingkat ketegangan antar masyarakat telah meningkat pesat selama dua tahun terakhir. Jika mereka tidak membayar tagihan, artinya mereka tidak membayar sewa mereka, dan artinya mereka terus menumpuk hutang. Ini adalah penyebab ketegangan sosial tersebut,” ucapnya.

Komentar-komentar semacam ini muncul beberapa hari menjelang konferensi yang akan diselenggarakan di Brussels, dimana negara-negara seperti Lebanon akan berusaha untuk mengamankan pendanaan dan pemukiman yang diberikan oleh masyarakat internasional.

Perdana Menteri Lebanon, Sa’ad Hariri akan menjadi tokoh kunci dalam menghadiri pertemuan tersebut. Laporan menyebutkan bahwa ia akan meminta lebih dari 10 Miliar Dolar untuk lima sampai tujuh tahun ke depan.

Hariri memperingatkan bahwa pekan lalu Lebanon telah sampai pada tingkatan krisis karena jumlah pengungsi yang sangat besar. Ia menambahkan bahwa resiko kerusuhan sipil di negaranya itu semakin membesar.

Girard mengatakan bahwa konferensi di Brussels akan fokus pada penarikan dana untuk infrastruktur. Ia menambahkan bahwa rencana ini sangat bermanfaat untuk negara tuan rumah karena akan terciptanya lapangan kerja dan pelayanan tambahan. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL