Sana’a,LiputanIslam.com—Para penyelidik PBB mengecam aksi biadab yang dilakukan oleh aliansi militer pimpinan Arab Saudi karena telah menyerang para pengungsi Somalia yang berlabuh dipantai negara miskin tersebut.

Lebih dari 40 orang, termasuk perempuan dan anak-anak tewas, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka setelah aliansi militer tersebut meledakkan sebuah kapal pengungsi yang berada di dekat Selat Bab el-Mandeb, Laut Merah.

“Kapal warga yang mengangkut para pengungsi kemungkinan besar diserang dengan menggunakan senjata kaliber 7,62 mm dari sebuah helikopter,” ungkap para penyidik dalam sebuah laporan setebal 185 halaman tersebut kepada Dewan Keamanan PBB pada Senin (24/7). Sementara itu, Reuters menambahkan pada Rabu (26/7) bahwa helikopter tersebut kemungkinan terbang dari kapal milik angkatan laut pasukan aliansi.

Tak hanya itu, para penyidik juga mengatakan bahwa serangan tersebut telah melanggar hukum kemanusiaan internasional, mengancam perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Yaman.

Arab Saudi, bersama dengan sekutu-sekutunya, telah melakukan serangan atas Yaman sejak Maret 2015. Agresi militer ini bertujuan untuk menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah dan mengembalikan kepemimpinan mantan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Koalisi pimpinan Saudi telah menerima senjata dan dukungan dari AS, Mesir, UEA, Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Para penyelidik tersebut juga mengatakan bahwa aliansi militer tersebut telah menjadi tameng bagi setiap anggota aliansi. Mereke bersembunyi di balik nama aliansi agar terhindar dari tanggung jawab yang dibebankan akibat kekacauan dan kezaliman yang dilakukan oleh pasukan mereka.

“Dengan cara seperti ini, pasukan aliansi tersebut dapat melakukan kekejaman yang bahkan lebih parah, tanpa perlu mendapatkan sangsi,” tulis mereka.

Human Right Watch juga mengecam serangan terhadap pengungsi Somalia dan menyebutnya sebagai “kejahatan perang”.

“Melakukan penyerangan terhadap sebuah kapal yang mengangkut para pengungsi merupakan kejahatan perang terbaru yang terjadi di Yaman dalam dua tahun terakhir,” ucap Sarah Leah Whitson, Direktur urusan Timur Tengah, Human Right Watch, pada Maret lalu.

Kabarnya, serangan tersebut dilakukan menggunakan helikopter Apache, yang hanya digunakan oleh Arab Saudi dalam perang di Yaman. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL