yamanAmman, LiputanIslam.com—Pasukan dan penasihat militer Yordania akan menggantikan peran dari tentara Uni Emirat Arab dalam perang Yaman. Ada laporan yang menyebutkan bahwa timbul perselisihan yang sangat serius antara beberapa anggota koalisi Arab.

Kantor berita Yaman, Khabar News Agency yang mengutip narasumber, melaporkan pada Kamis bahwa keputusan itu dibuat setelah kunjungan dari Pangeran Mohammad bin Salman ke Yordania.

Pangeran Mohammad, yang merupakan Wakil Putera Mahkota dan Menteri Pertahanan Arab Saudi, bertemu dengan Raja Abdullah di Aqaba, kota pelabuhan di Yordania dan menandatangani paket perjanjian, termasuk pengembangan kerjasama militer.

“Pasukan Yordania akan dikerahkan setelah UEA menarik sebagian pasukannya dari Ma’rib, menyusul serangkaian kekalahan/ kemunduran militer,” jelas narasumber, seperti dilansir Press TV (14/4/2016).

Putera Mahkota juga melakukan perjalanan ke UEA untuk memperbaiki kesalahpahaman antar kedua negara. (Baca: Menhan Saudi Datangi UEA Untuk Cegah Kehancuran Agenda Riyadh di Yaman)

Kamis pagi, pesawat militer Saudi melakukan serangkaian serangan udara terhadap kabupaten Nihm, provinsi Sana’a. Tidak ada korban jiwa yang jatuh dalam serangan itu. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah milisi yang didukung Saudi menembakkan serangkaian artileri di Dhubab, Harir, dan kabupaten Al Jumhuri .

Saudi mulai melancarkan agresi militer terhadap Yaman pada 26 Maret 2015, dengan kalim untuk menumpas Ansarullah. Lebihd ari 9.400 orang telah tewas dan 16.000 orang lainnya menderita luka-luka. Infrastruktur Yaman juga hancur lebur. Namun setelah setahun dan menelan biaya yang mahal, tidak dan kemajuan yang berhasil diraih. (ba)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL