Tripoli,LiputanIslam.com-Seiring tekanan internasional dan permintaan PBB untuk menyelidiki serangan ke pusat penampungan imigran Afrika di Tripoli, juru bicara pasukan Jenderal Khalifa Haftar mengakui keterlibatan pasukannya dalam serangan tersebut.

Media Libya dan stasiun televisi al-Jazeera pada hari Rabu malam (3/7) mengumumkan, Ahmad al-Mismari dalam jumpa pers di Benghazi mengkonfirmasi serangan angkatan udara Haftar ke penampungan tersebut.

Meski demikian, al-Mismari mengklaim, pemerintah Fayez al-Sarraj memindahkan para pengungsi dan imigran Afrika tersebut ke tempat penampungan agar menjadi korban serangan jet tempur Haftar.

Baca:  UEA Klaim Senjata-senjata yang Ditemukan di Libya Bukan Miliknya

Klaim kubu Haftar bertolak belakang dengan fakta bahwa penampungan imigran Tajura di utara Tripoli sudah dikenal oleh lembaga internasional dan regional sebagai penampungan bagi para imigran. Para imigran itu berniat pergi ke Eropa secara diam-diam melalui jalur penyelundup. Selain itu, para dubes negara-negara asing juga pernah mengunjungi tempat itu sebelum ini.

Setelah pengakuan ini, juru bicara Haftar berharap agar penyelidikan internasional atas serangan ke Tajura.

Pasukan Haftar kemarin mengancam akan kembali melancarkan serangan udara ke basis-basis pasukan pemerintah.

Berdasarkan statistik terakhir, serangan udara pasukan Haftar ke Tajura menelan 60 korban jiwa dan melukai lebih dari 120 orang.

Sejak 30 Maret lalu, Tripoli menjadi ajang pertempuran berdarah, menyusul perintah Haftar untuk menduduki ibukota Libya tersebut.

Sejak digulingkannya diktator Libya, Muammar Gaddafi, pada 2011 lalu, negara tersebut terbagi menjadi dua pemerintahan di timur dan barat.

Pemerintahan Fayez al-Sarraj di Tripoli (barat Libya) mendapat dukungan dari masyarakat internasional.

Sementara di timur, pemerintahan lain yang dipimpin Abdullah Tsana dan Aqilah Saleh menyatakan eksistensinya. Jenderal Haftar mendapat dukungan dari pemerintah di timur Libya ini. (af/alalam)

Baca Juga:

Pasukan Iran Ancam AS dengan “Senjata Rahasia”

Militer Iran Akan Lawan Serangan AS Dengan “Fasilitas dan Teknologi Lokal”

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*