Washington,LiputanIslam.com-Pendiri korporasi militer swasta Blackwater menyarankan, tentara AS yang akan meninggalkan Suriah sebaiknya diganti dengan pasukan bayaran.

Erik Prince menyatakan, pasukan bayaran Blackwater bisa melindungi para sekutu Washington, juga sanggup menghadapi pengaruh Iran pasca penarikan tentara AS dari Suriah.

“AS memang tidak memiliki komitmen strategis jangka panjang untuk bertahan lama di Suriah. Namun saya berpendapat, meninggalkan para sekutu (AS) bukan ide yang bagus,”kata Prince dalam wawancara dengan Fox News.

Donald Trump pada Desember lalu mengumumkan, Washington akan menarik tentara AS dari Suriah.

AS memiliki sekitar 2000 serdadu di Suriah. Presiden AS mengklaim, serdadu-serdadu ini ditempatkan di utara Suriah untuk memerangi ISIS.

Pasukan Demokratik Suriah (SDF) , yang mayoritas mereka berasal dari etnis Kurdi, meyakini bahwa mereka akan menjadi target serangan Turki jika AS menarik pasukannya.

Menurut Prince, dengan menggunakan kontraktror militer swasta, Trump bisa melaksanakan janji-janji kampanyenya untuk mengakhiri perang, dan di saat yang sama, masih bisa melindungi para sekutu Washington.

Blackwater didirikan Prince pada 1997. Korporasi militer swasta ini meraup keuntungan jutaan dolar melalui sejumlah kesepakatan dengan pemerintah AS untuk terlibat dalam perang Irak dan Afghanistan.

Citra Blackwater memburuk setelah pada 2007 lalu, empat serdadunya membantai 14 warga sipil Irak di Baghdad. (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*