Washington,LiputanIslam.com-Sebuah media AS pada Kamis (28/6) menyatakan, berdasarkan evaluasi baru Pentagon soal kemampuan militer Iran, para pejabat pertahanan AS tidak berminat terlibat konflik militer dengan Teheran.

Menurut Foreign Policy (FP), kendati James Mattis (menhan AS) mengaku siap berperang dengan Iran, tapi dia tidak menghendaki perang ini.

“Siap untuk berperang tidak sama dengan menginginkan perang…Ketika topik perang dengan Iran dibicarakan, jelas bahwa semakin banyak petinggi militer AS, termasuk Mattis, yang tidak menghendakinya,”demikian ulas FP.

Meski demikian, menurut FP, para pejabat nonmiliter AS-yang lebih didengarkan oleh Trump-memiliki sikap berbeda.

“Lebih penting dari semuanya, adalah penasihat keamanan baru pemerintah, yaitu John Bolton. Sudah sejak lama dia berpendapat bahwa menyerang Iran dan mengganti sistem pemerintahannya adalah satu-satunya cara menghalangi Teheran memiliki senjata nuklir.”

“Sedangkan Mattis melihat permasalahan ini dari sudut pandang orang yang bertanggung jawab untuk mengeksekusinya (perang dengan Iran).”

FP menulis, Mattis pada tahun 2011 pernah menolak ide angkatan laut AS untuk menyerang Iran dengan menggunakan pesawat-pesawat F/A-18. Dia menyebut gagasan itu sebagai “optimisme semu” dan menginstruksikan evaluasi baru soal potensi serangan ke Iran.

“Meski Mattis gemar menyebut Iran sebagai “pengaruh destruktif” di kawasan, namun kekhawatirannya untuk menyerang Negeri Mullah berakar pada evaluasi baru Pentagon terkait kondisi militer Iran dan AS.”

“Berdasarkan laporan Institut Rand (yang berafilisi ke Pentagon), perang dengan Iran membutuhkan 21 skuadron jet AU, 5 skuadron pesawat pengebom, 3 skuadron jet AL, 18 kapal selam perang, 4 kapal induk, sarana transportasi untuk intelijen, pelacakan, dan spionase, 6 batalion pasukan infanteri, 3 brigade pasukan, dan banyak pasukan operasi khusus. Itu belum termasuk drone, satelit, kapal antiranjau, pesawat pengisi bahan bakar, dan sistem rudal darat ke udara.”

Dengan kata lain, menurut FP, perang dengan Iran akan memaksa AU AS mengerahkan hampir separuh skuadron perangnya hanya untuk satu perang. FP menyebut AU AS bisa saja melakukannya, tapi pelaksanaannya nyaris mustahil. (af/alalam/fars)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*