Baghdad,LiputanIslam.com-Para anggota parlemen Irak mengecam keras pernyataan menlu AS terkait al-Hashd al-Shaabi. Menurut mereka, statemen Rex Tillerson adalah intervensi dalam urusan internal Irak.

Khalaf Abdus Samad, seorang anggota parlemen Irak, menyatakan, al-Hashd al-Shaabi adalah sebuah lembaga konstitusional di bawah pengawasan perdana menteri dan mendapat legalitas dar parlemen Irak.

“Setiap statemen dari pihak di luar Irak tentang negara ini berarti ikut campur dalam urusan internal Irak,”tegasnya dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Alam.

Raad Almas mengatakan,”Dari satu sisi, pernyataan (Tillerson) ini adalah intervensi terang-terangan dalam urusan dalam negeri Irak. Di sisi lain, ini merupakan penghinaan terhadap parlemen Irak, karena mereka adalah wakil rakyat Irak dan yang telah mengesahkan keberadaan al-Hashd al-Shaabi.”

Ahmad al-Asadi juga menyebut statemen Tillerson sebagai hal yang aneh dan patut dikecam. Menurutnya, pernyataan menlu AS ini adalah penghinaan terhadap darah dan pengorbanan angkatan bersenjata Irak.

“Pernyataan ini adalah penghinaan terhadap tentara Irak, al-Hashd al-Shaabi, dan semua pasukan negara ini,”kata anggota parlemen sekaligus juru bicara al-Hashd al-Shaabi ini.

Menlu AS saat tiba di Irak kemarin menyebut al-Hashd al-Shaabi sebagai “milisi asing.’ Dia meminta agar ‘milisi-milisi asing’ ini segera angkat kaki dari Irak.

Perdana menteri Irak dalam pertemuannya dengan Tillerson membela kelompok relawan Irak tersebut. Haider Abadi menyebut al-Hashd al-Shaabi sebagai “harapan Irak dan Timur Tengah.” (af/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL