Washington,LiputanIslam.com—Para pengguna twitter menyampaikan pesannya di media sosial pada Selasa (2/1) meminta agar otoritas Twitter memblokir tweets yang ditulis oleh Presiden AS, Donald Trump. Mereka menilai bahwa Trump telah melanggar aturan-aturan pelayanan yang ada di Twitter.

Menanggapi hal itu, Twitter pun telah mengumumkan secara resmi pada Jum’at (5/1) bahwa pihaknya tidak akan menghapus akun Donald Trump dari media sosial itu.

“Memblokir akun seorang pemimpin dunia dari Twitter dan menghapus tweets kontroversialnya, akan menyembunyikan informasi penting yang oleh masyarakat luas seharusnya dibaca dan dipersoalkan,” tulis perusahaan Twitter itu melalui blognya.

“Tindakan semacam ini tidak akan mampu membungkam pemimpin itu, tetapi justru akan menghambat diskusi yang diperlukan seputar kata-kata yang mereka sampaikan,” tambahnya. “Para pemimpin dunia yang terpilih itu telah memainkan peranan penting melalui tweets itu dan dapat memberikan dampak yang luar biasa terhadap masyarakat kita.”

Ini adalah pernyataan pertama yang dikeluarkan secara resmi oleh Twitter sebagai respon atas gemparnya Twitter akibat tweets Trump.

Kritik-kritik yang dilontarkan oleh Trump ini telah membuat orang-orang meminta agar akun Trump segera diblokir, karena mereka menganggap tweets tersebut bisa memicu terjadinya peperangan.

Tweet yang dilontarkan oleh Trump pada 2 Januari lalu tentang tombol nuklir yang ada di meja kerjanya dan ancaman akan menggunakan senjata nuklir Amerika untuk melawan Korut telah menyebabkan beberapa orang menyebut Trump telah melanggar poin-poin layanan Twitter.

Trump juga telah menggunakan akunnya untuk menyerang lawan politik dan kantor-kantor berita, serta menyebarkan berbagai video anti-Muslim yang diunggah oleh pimpinan kelompok ekstremis Inggris sayap kanan.

Dalam postingannya, Twitter tampaknya mempertimbangkan popularitas Trump untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Pada Rabu kemarin, sebuah kelompok yang menyebut dirinya sebagai kelompok perlawanan SF menggelar aksi protes di depan gedung Twitter di San Francisco, California, dan menuntut CEO Twitter agar mengundurkan diri, jika dirinya tidak bersedia memblokade akun twitter Trump. (fd/Presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*